Somawangi, 23 Januari 2026 – Semangat gotong royong menyelimuti Desa Somawangi pada hari ini. Bertepatan dengan Jumat Kliwon di Bulan Sadran (Sya'ban), ribuan warga turun ke makam-makam leluhur untuk melaksanakan tradisi tahunan "Bersih Makam" atau "Bersih Kubur".
Tradisi ini merupakan agenda rutin Masyarakat Desa Somawangi yang dilaksanakan dua kali dalam setahun, yakni pada Jumat Kliwon Bulan Sura dan Jumat Kliwon Bulan Sadran. Kegiatan ini bukan sekadar membersihkan rumput, daun kering ataupun sampah melainkan simbol bakti anak cucu kepada para pendahulu.
Sebaran Titik Kegiatan di 4 Dusun
Mengingat luasnya wilayah Desa Somawangi, kegiatan bersih makam dilakukan secara serentak di 8 titik makam utama yang tersebar di empat dusun:
-
Dusun 1: Makam Wanasari.
-
Dusun 2: Makam Wringin, Makam Kedung Dawa, Makam Pesarean, dan Makam Waru.
-
Dusun 3: Makam Gondeng dan Makam Kumbang.
-
Dusun 4: Makam Kalipacet.
Kehadiran Pemerintah Desa
Untuk memastikan kegiatan berjalan khidmat dan aspirasi warga terserap dengan baik, Kepala Desa Somawangi beserta perangkat desa membagi tugas untuk hadir dan memberikan sambutan di masing-masing titik makam.
Dalam sambutannya, Pemerintah Desa menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarwarga serta melestarikan warisan budaya lokal agar tidak luntur tergerus zaman.
Mengapa Kita Melakukan Bersih Makam?
Kegiatan ini memiliki makna mendalam bagi masyarakat Somawangi, di antaranya:
-
Pelestarian Budaya (Nguri-uri Budaya): Menjaga adat istiadat yang telah diwariskan secara turun-temurun sebagai identitas desa.
-
Sarana Kirim Doa: Mendoakan arwah para leluhur agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
-
Penguat Tali Silaturahmi: Menjadi momen bertemunya warga dari berbagai RT/RW, bahkan warga yang merantau pun seringkali menyempatkan pulang untuk momen ini.
-
Kebersihan Lingkungan: Menciptakan lingkungan makam yang bersih, rapi, dan nyaman untuk dikunjungi (ziarah).
-
Pengingat Kematian: Menjadi refleksi diri bagi yang masih hidup bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali ke alam keabadian.
Penutup
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan makan bersama di sekitar area makam sebagai wujud syukur atas rezeki dan kesehatan yang diberikan. Semoga tradisi Bersih Makam di Desa Somawangi ini terus terjaga sebagai bukti bahwa kita adalah bangsa yang tidak pernah melupakan akar sejarah dan jasa para pendahulu.
Pemerintah Desa Somawangi Guyub Rukun, Mbangun Desa.