You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Somawangi
Desa Somawangi

Kec. Mandiraja, Kab. Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah

Bagi warga yang hendak mengurus administrasi kependudukan, untuk membawa e-KTP dan Kartu Keluarga.

MMD (Musyawarah Masyarakat Desa) Desa Somawangi

Elang 22 Juli 2024 Dibaca 58 Kali
MMD (Musyawarah Masyarakat Desa) Desa Somawangi

MMD atau Musyawarah Masyarakat Desa merupakan sebuah forum pertemuan yang diselenggarakan oleh pemerintah desa bersama masyarakat desa untuk membahas berbagai isu dan permasalahan yang ada di desa. Tujuan diadakannya MMD adalah untuk:
1. Menampung Aspirasi Masyarakat
2. Merencanakan Pembangunan Desa
3. Evaluasi Program
4. Meningkatkan Partisipasi Masyarakat

MMD Desa Somawangi yang dilaksanakan pada Senin, 22 Juli 2024 di Aula GOR Desa Somawangi, dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat seperti perangkat desa, Tim kesehatan dari puskesmas, tokoh masyarakat dan perwakilan warga somawangi.

Acara dimulai dengan sambutan pertama dari kepala desa somawangi Sigro Pranantiyo dan sambutan kedua dari tim puskesmas sekaligus memaparkan materi MMD terkait kesehatan. 

Dalam sambutan nya, Kepala Desa Bapak Sigro menyampaikan kegiatan ini merupakan forum penampung aspirasi, masalah dan isu yang sedang terjadi di desa. Forum ini di laksanakan guna mencari solusi bersama untuk desa kedepannya. 

Terutama saat ini, permasalahan Stunting yang makin menyebarluas menjadi salah satu topik yang di bahas ramai di forum tersebut. 

Kepala Puskesmas Mandiraja 1 menyampaikan, kasus stunting yang ada di Banjarnegara untuk sekarang memang sedang booming dibicarakan, bahkan menjadi isu hangat pembahasan kesehatan nasional. Makadari itu, kegiatan posyandu yang ada di desa Somawangi harus di maksimalkan sebagai wadah pencegahan dan bentuk perhatian kepada ibu hamil dan remaja. 

Ibu Atun, Selaku Ketua FKD dalam forum juga memaparkan data kesehatan masyarakat desa Somawangi. Tercatat ada 5 kasus DBD, 6 kasus Stunting, 6 kasus Ibu Hamil Resiko Tinggi, 5 kasus TBC dan 11 ODGJ. 

Dengan banyaknya permasalahan kesehatan masyarakat desa yang terjadi, pada forum itu juga dibahas bersama terkait rencana tindak lanjut atas penanganannya.

MMD atau Musyawarah Masyarakat Desa merupakan sebuah forum pertemuan yang diselenggarakan oleh pemerintah desa bersama masyarakat desa untuk membahas berbagai isu dan permasalahan yang ada di desa. Tujuan diadakannya MMD adalah untuk:
1. Menampung Aspirasi Masyarakat
2. Merencanakan Pembangunan Desa
3. Evaluasi Program
4. Meningkatkan Partisipasi Masyarakat

MMD Desa Somawangi yang dilaksanakan pada Senin, 22 Juli 2024 di Aula GOR Desa Somawangi, dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat seperti perangkat desa, Tim kesehatan dari puskesmas, tokoh masyarakat dan perwakilan warga somawangi.

Acara dimulai dengan sambutan pertama dari kepala desa somawangi Sigro Pranantiyo dan sambutan kedua dari tim puskesmas sekaligus memaparkan materi MMD terkait kesehatan. 

Dalam sambutan nya, Kepala Desa Bapak Sigro menyampaikan kegiatan ini merupakan forum penampung aspirasi, masalah dan isu yang sedang terjadi di desa. Forum ini di laksanakan guna mencari solusi bersama untuk desa kedepannya. 

Terutama saat ini, permasalahan Stunting yang makin menyebarluas menjadi salah satu topik yang di bahas ramai di forum tersebut. 

Kepala Puskesmas Mandiraja 1 menyampaikan, kasus stunting yang ada di Banjarnegara untuk sekarang memang sedang booming dibicarakan, bahkan menjadi isu hangat pembahasan kesehatan nasional. Makadari itu, kegiatan posyandu yang ada di desa Somawangi harus di maksimalkan sebagai wadah pencegahan dan bentuk perhatian kepada ibu hamil dan remaja. 

Ibu Atun, Selaku Ketua FKD dalam forum juga memaparkan data kesehatan masyarakat desa Somawangi. Tercatat ada 5 kasus DBD, 6 kasus Stunting, 6 kasus Ibu Hamil Resiko Tinggi, 5 kasus TBC dan 11 ODGJ. 

Dengan banyaknya permasalahan kesehatan masyarakat desa yang terjadi, pada forum itu juga dibahas bersama terkait rencana tindak lanjut atas penanganannya.

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 2.749.510.344,00 Rp 2.755.628.500,00
99.78%
Belanja
Rp 2.472.369.651,00 Rp 2.582.308.682,00
95.74%
Pembiayaan
Rp 431.650.982,00 Rp 431.650.982,00
100%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Aset Desa
Rp 372.000.000,00 Rp 372.000.000,00
100%
Dana Desa
Rp 1.512.427.000,00 Rp 1.512.427.000,00
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 79.833.500,00 Rp 79.833.500,00
100%
Alokasi Dana Desa
Rp 474.127.000,00 Rp 474.127.000,00
100%
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota
Rp 300.000.000,00 Rp 300.000.000,00
100%
Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Antar Desa
Rp 7.241.000,00 Rp 7.241.000,00
100%
Bunga Bank
Rp 3.881.844,00 Rp 10.000.000,00
38.82%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 973.675.401,00 Rp 1.003.047.512,00
97.07%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 1.142.043.050,00 Rp 1.199.297.605,00
95.23%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 63.731.200,00 Rp 70.654.685,00
90.2%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp 130.920.000,00 Rp 142.308.880,00
92%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 162.000.000,00 Rp 167.000.000,00
97.01%